Senin, 07 Maret 2016

#ERPT01B 3

Sejarah dan Modul Enterprise Resource Planning (ERP)

Enterprise Resource Planning


  • Sejarah ERP

ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akuntasi perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
  • Konsep Dasar ERP

Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
Jadi ERP adalah sebuah terminologi yang diberikan kepada sistem informasi yang mendukung transaksi atau operasi sehari-hari dalam pengelolaan sumber daya perusahaan. Sumber daya tersebut meliputi dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas.
Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-Sistem yaitu Sistem Financial, Sistem Distribusi, Sistem Manufaktur, dan Sistem Human Resource. Contoh sistem ERP komersial antara lain: SAP, Baan, Oracle, IFS, Peoplesoft dan JD.Edwards. Selain itu salah satu sistem ERP open source yang populer sekarang ini adalah Compiere.
  • Modul ERP

Modul ERP terbagi atas Modul Operasi, Finansial dan Akuntasi serta Sumber Daya Manusia yang masing-masing modul terdiri dari:
1. Modul Operasi
  • General Logistics
  • Sales and Distribution
  • Materials Management
  • Logistics Execution
  • Quality Management
  • Plant Maintenance
  • Customer Service
  • Production Planning and Control
  • Project System
  • Environment Management
2. Modul Finansial dan Akuntansi
  • General Accounting
  • Financial Accounting
  • Controlling
  • Investment Management
  • Treasury
  • Enterprise Controlling
3. Modul Sumber Daya Manusia
  • Personnel Management
  • Personnel Time Management
  • Payroll
  • Training and Event Management
  • Organizational Management
  • Travel Management
  • Keuntungan Penggunaan ERP

1. Integrasi data keuangan

Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik

2. Standarisasi Proses Operasi

Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk

3. Standarisasi Data dan Informasi

Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda

Keuntungan yang bisa diukur antara lain:

  • Penurunan inventori
  • Penurunan tenaga kerja secara total
  • Peningkatan service level
  • Peningkatan kontrol keuangan
  • Penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi
  • Kelemahan Penggunaan ERP

  1. Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran
  2. Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik
  3. Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya
  4. Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru

Kegagalan ERP biasanya ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut:

  • Kurangnya komitmen top management
  • Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis)
  • Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan)
  • Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal)
  • Kurangnya ‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan
  • Kesalahan penghitungan waktu implementasi
  • Tidak cocoknya software dgn business process
  • Kurangnya training dan pembelajaran
  • Cacatnya project design & management
  • Kurangnya komunikasi
  • Saran penghematan yang menyesatkan
  • Software ERP

Berikut adalah software ERP yang saat ini beredar, baik yang berlisensi bayar maupun open source
  • Acumatica
  • Dynamics AX
  • Compiere
  • ORACLE
  • JDE
  • BAAN
  • MFGPro
  • Protean
  • Magic
  • aLTiUs
  • SAP
  • Onesoft
  • IFS
  • AGRESSO
  • INTACS
  • BOSERP
  • EuClid System
  • Mincom Ellipse
  • Axapta
  • SPIN – Datadigi Indonesia
  • WD ERP-SYS

Berikut ini akan dibahas 2 contoh software ERP yaitu:

Microsoft Dynamics AX (Axapta) dan SAP

1. Microsoft Dynamics AX (Axapta)




Microsoft Dynamics AX (sebelumnya Axapta) adalah solusi yang tersedia saat ini yang paling dapat memberikan cakupan yang paling luas bagi perusahaan yang memiliki penghasilan menengah ke atas. Dengan memiliki sistem ini dapat membantu perkembangan bisnis secara cepat bahkan perluasan yang cepat di internet. Dynamic AX juga menyediakan dasar yang kuat untuk kesuksesan kolaborasi dengan para klien, mitra kerja, karyawan dan vendor.

Modul yang terdapat pada Ms. Dynamics AX adalah sebagai berikut:

  • General Ledger
  • Cost Accounting
  • Bank
  • CRM
  • Accounts Receivable
  • Accounts Payable
  • Inventory Management
  • Master Planning
  • Production
  • Human Resources
  • Project
  • Service
  • Quistionnaire
  • Shop Floor Control

Keuntungan Penggunaan Ms. Dynamics AX yaitu:

  1. Microsoft Axapta merupakan solusi global yang mampu mendukung kebutuhan perusahaan yang   menggunakan bahasa atau mata uang yang berbeda. “Microsoft Axapta menyediakan solusi multi-site, multi-language dan multi-currency. Selain itu Dynamic AX juga dapat menyesuaikan diri dengan organisasi.
  2. Dengan sistem yang terintegrasi serta kustomisasi yang tepat, kekeliruan pembukuan bisa langsung terlihat. Jadi, stok yang tercatat di buku dengan yang sebenarnya terjadi di lapangan tidak berbeda. Kebocoran biaya pun bisa diatasi. Selain itu kontrol produksi menjadi lebih mudah dilakukan sehingga kualitas dapat terjaga. Hal itu dapat mengurangi jumlah barang yang diretur oleh customer. Efisiensi pun meningkat.
    Microsoft Axapta sangat mudah digunakan karena berbasiskan software dari Microsoft yang sudah familiar bagi karyawan.
  3. Microsoft Axapta juga mendukung dalam penyediaan beberapa pilihan fungsi yang menyeluruh. Termasuk di antaranya: Manufacturing, Distribution, Supply Chain Management, Project Management, Financial Management, Customer Relationship Management, Human Resource Management, Business Analysis, Enterprise Porta.

Kelemahan Penggunaan Ms. Dynamics AX yaitu:

  1. Lisensinya mahal (biayanya relative besar).
  2. Aplikasinya membutuhkan membutuhkan sumber yang sangat besar.

2. SAP (System Application and Product in data processing)



SAP (System Application and Product in data processing ) adalah suatu software yang dikembangkan untuk mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. SAP merupakan software Enterprise Resources Planning (ERP), yaitu suatu tools IT dan manajemen untuk membantu perusahaan merencanakan dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
SAP terdiri dari sejumlah modul aplikasi yang mempunyai kemampuan mendukung semua transaksi yang perlu dilakukan suatu perusahaan dan tiap aplikasi bekerja secara berkaitan satu dengan yang lainnya. Semua modul aplikasi di SAP dapat bekerja secara terintegrasi/terhubung yang satu dengan lainnya.

SAP terdiri dari modul-modul aplikasi sebagai berikut:

  • SD-Sales & Distribution: membantu meningkatkan efisiensi kegiatan operasional berkaitan dengan proses pengelolaan customer order (proses sales, shipping dan billing)
  • MM-Materials Management: membantu menjalankan proses pembelian (procurement) dan pengelolaan inventory
  • PP-Production Planning: membantu proses perencanaan dan kontrol daripada kegiatan produksi (manufacturing) suatu perusahaan.
  • QM-Quality Management: membantu men-cek kualitas proses-proses di keseluruhan rantai logistik
  • PM-Plant Maintenance: suatu solusi untuk proses administrasi dan perbaikan sistem secara teknis
  • HR-Human Resources Management: mengintegrasikan proses-proses HR mulai dari aplikasi pendaftaran, administrasi pegawai, management waktu, pembiayaan untuk perjalanan, sampai ke proses pembayaran gaji pegawai
  • FI-Financial Accounting: Mencakup standard accounting cash management (treasury), general ledger dan konsolidasi untuk tujuan financial reporting.
  • CO-Controlling: Mencakup cost accounting, mulai dari cost center accounting, cost element accounting, dan analisa profitabilitas
  • AM-Asset Management: Membantu pengelolaan atas keseluruhan fixed assets, meliputi proses asset accounting tradisional dan technical assets management, sampai ke investment controlling
  • PS-Project System: Mengintegrasikan keseluruhan proses perencanaan project, pengerjaan dan kontrol

Keuntungan Penggunaan SAP adalah sebagai berikut:

  1. ERP memungkinkan integrasi global lebih mudah (Hambatan nilai tukar mata uang, bahasa, dan budaya dapat dijembatani secara otomatis).
  2. Update hanya perlu dilakukan sekali untuk dilaksanakan perusahaan secara meluas
  3. Memberikan informasi real-time, mengurangi kemungkinan kesalahan redundansi.
  4. Menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien sehingga lebih mudah bagi karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka yang menyebabkan efektivitas.
  5. Vendor memiliki pengetahuan dan keahlian masa lalu tentang cara terbaik untuk membangun dan menerapkan sistem.

Kelemahan Penggunaan SAP adalah sebagai berikut:

  1. Dikunci dalam hubungan dengan kontrak dan pengelolaan dengan vendor, kontrak dapat menahan perusahaan dengan vendor sampai berakhir dan dapat menguntungkan untuk beralih vendor jika biaya switching terlalu tinggi.
  2. Kekakuan paket dari vendor mungkin tidak cocok dengan model bisnis perusahaan secara tepat dan kustomisasi bisa sangat mahal.
  3. Return on Investment mungkin memakan waktu terlalu panjang dalam menghasilkan keuntungan.
  4. Implementasi SAP memiliki risiko kegagalan proyek.
sumber : http://dyan123.blogspot.co.id/2012/03/sejrah-dan-modul-enterprise-resource.html

#ERPT01B 2

DEFINISI ERP(Enterprice Resources Planning)


   ERP merupakan suatu cara untuk mengelola sumber daya perusahaan dengan menggunakan teknologi informasi. Penggunaan ERP yang dilengkapi dengan hardware dan software untuk mengkoordinasi dan mengintegrasikan data informasi pada setiap area business processes untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang cepat karena menyediakan analisa dan laporan keuangan yang cepat, laporan penjualan yang on time, laporan produksi dan inventori. Program ERP sangat membantu perusahaan yang memiliki bisnis proses yang luas, dengan menggunakan database dan reporting tools manajemen yang terbagi. Business processes merupakan sekelompok aktivitas yang memerlukan satu jenis atau lebih input yang akan menghasilkan sebuah output dimana output ini merupakan value untuk konsumen. Software ERP mendukung pengoperasian yang efisien dari business processes dengan cara mengintegrasikan aktivitas-aktivitas dari keseluruhan bisnis termasuk sales, marketing, manufacturing, logistic, accounting, dan staffing.

    Implementasi ERP pada perusahaan di Indonesia yang mempunyai harapan untuk mempercepat proses bisnis, meningkatkan efisiensi, dan meraup pendapatan yang lebih besar. Namun, pada saat implementasi banyak faktor yang dapat menggagalkan implementasi dan merupakan masalah yang dihadapi antara lain :
  1. Manajemen tidak menyediakan proyek tim yang terbaik pada proyek implementasi menyangkut kompetensi anggota tim, kredibilitas dan kreativitas tim proyek, kepemimpinan tim yang efektif, komitmen tim, tanggung jawab tim, jumlah tim yang memadai, tanggungjawab yang tumpang tindih pada tim, pendekatan kerja yang kurang jelas, tujuan yang tidak dipahami oleh tim proyek.
  2. Manajemen tidak mampu membedakan bahwa e-business bukanlah sekedar investasi teknologi informasi melainkan perbaikan proses bisnis atau peningkatan bisnis dengan didukung teknologi informasi. Akibatnya nilai investasi e-business yang ditanamkan tak bisa kembali, karena banyak pimpinan perusahaan yang memiliki pengertian bahwa e-business adalah sekedar investasi teknologi informasi, bukan investasi bisnis yang didukung teknologi informasi.
Keuntungan Penggunakan ERP
  1. mengintegrasikan keuangan, sehingga pada bagian TOP MANAGEMENT dapat mengetahui keadaan keuangan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dan mengontrol kinerja bagian keuangan pada perusahaan agar bekerja lebih baik.
  2. Standarisasi Proses Opersional, menstandarisasikan proses produksi dengan melihat dari hasil pengujian praktik terbaik yang didapat sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja, mengurangi hal-hal yang tidak efisien dan meningkatkan kualitas produk.
  3. Standarisasi Laporan, menstandarisasikan bentuk laporan, terutama bagi perusahaan yang besar yang memiliki unit bisnis yang beragam dengan jumlah dan jenis bisnis yang berbeda-beda, sehingga memudahkan mengerti dalam membaca laporan yang ada.
Tolok Ukur Kelebihan yang didapat
  1. Penururan Inventori
  2. Penyusutan tenaga kerja yang diperlukan
  3. Meningkatkan pelayanan
  4. Meningkatkan kontrol keuangan
  5. Mengurangi waktu dalam mendapatkan informasi

Kelebihan Penerapan ERP
  1. Single entry
  2. Greater management visibility, increase monitoring
  3. Meningkatkan pelayanan pelanggan
  4. Mengintegrasikan data dan informasi keuangan
  5. Lebih efisien
  6. Menstadarisasi prosedur operasi bisnis
  7. Akses kontrol yang mudah
Disamping keuntungan, pasti ada kerugian atau kelemahan. Berikut kelemahan penerapan ERP :
Kelemahan Penerapan ERP
  1. Biaya untuk penerapan ERP
  2. Memakan waktu untuk penerapan ERP
  3. Dapat mengganggu proses bisnis dan budaya perusahaaan
  4. Kompleks ( Terlalu rumit )
  5. Adanya perlawanan dalam penerapan ERP 
Sumber : http://www.monsoonacademy.com/article/146689/Pengenalan-ERP.html

#ERPT01B 1


Sistem Informasi Enterprise

1. Apa itu ERP dan apa manfaat implementasi ERP
Seperangkat infrastruktur dan software yang tidak dapat dilepaskan dari aspek ‘best practices’, artiya mencerminkan cara terbaik dalam mengelola bisnis berdasarkan pengalaman para pelaku bisnis ata teori akademik.
Tujuan utama adalah untuk meningkatkan kerja sama dan interaksi antar semua departemen/fungsi dalam perusahaan.
Manfaat :
  • Penghematan biaya operasi (ERP mengurangi kebutuhan karyawan)
  • Peningkatan jml penjualan (membantu arus barang dan jasa lebih cepat)
  • Menambah daya saing
______________________________________________
2. Sebutkan 5 tahap sejarah perkembangan ERP. Jelaskan!
  • Tahap I : Material Requirement Planning (MRP). Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material.
  • Tahap II : Close-Loop MRP. Merupakan sederetan fungsi dan tdk hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyesuaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau di ganti jika diperlukan.
  • Tahap III : MRP-II. Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan
  • Tahao IV : ERP. Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah.
  • Tahap V : Extended ERP (ERP II). Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan thn 2000, serta lebih komplek dari ERP sebelumnya.
______________________________________________
3. Sebutkan beberapa metode ERP dan jelaskan kekurangan dan kelebihan metode tersebut!
______________________________________________
4. Apa yang di maksud dengan kostumisasi dan internasionalisasi sebagai bahan pertimbangan memilih paket ERP?
Kostumisasi : kostumisasi adlah sistem harus dapat menyediakan kostumisasi yg berbeda-beda, tergantung tingkat kostumisasi yg diperlukan dan tingkat keahlian pengguna.
Internasionalisasi : adalah sistem harus dapat mendukung berbagai bahasa.
______________________________________________
5. Sebutkan 3 fase proyek ERP sebagai strategi implementasi
Inisiasi : Berupa rencana strategis atau juga dari beberapa kejadian yang muncul di perusahaan misalnya adanya tawaran dari vendor, pergerakan dari kompetitior, pergerakan industri, peningkatan kualitas proyek, perubahan pada peraturan dan hukum atau pemanfaatan anggaran teknologi informasi yang lebih baik
Pelaksanaan : Setelah perusahaan menentukan paket software yang akan digunakan dan dikostumisasi, berikutnya melakukan konstruksi. Untuk pendekatan kesatuan paket, program sudah dirancang dan diterapkan per modul, misalnya fungsi-fungsi pembelian, inventory, pembayaran dan sebagainya.
Penyelesaian : Jika semua berjalan lancar, konsumen akan melunasi pembayaran (tergantung kontrak). Dan juga tahapan ini perusahaan biasanya mendapatkan pelajaran dan pengalaman atas
segala kejadian selama proyek implementasi, termasuk evaluasi keberhasilan dan kegagalan dan peluang implementasi selanjutnya.
______________________________________________
6. Bagaimana proses bisnis yang terjadi pada masing-masing fungsi bisnis perusahaan produk?
Fungsi Bisnis | Proses
1. Sales | penawaran
2. Marketing | Identifikasi spec produk, menyiapkan dokumen analisis pemasaran, menyimpan dokumen kontrak
3. engineering | identifikasi kebutuhan rancangan produk, perancangan produk, pembuatan Bill of Material
4. Production | pembuatan produk, pengendalian efektivitas produksi, pengujian produk
5. Delivery | pengiriman
6. Finance | penagihan, pembayaran
7. Customer Support | instalasi produk, layanan purnajual
______________________________________________
7. Sebutkan modul-modul ERP dan masing-masing sub di dalam ERP!
A. Financial
1. Financial Accounting
Ditujukan untuk menyediakan pengukuran berkelanjutan terhadap keuntungan perusahaan. Modul FI juga mengukur kinerja keuangan perusahaan, berdasarkan pada data transaksi intenal maupun eksternal. Modul FI menyediakan dokumen keuangan yang mampu melacak (mengaudit) setiap angka yang terdapat dalam suatu laporan keuangan hingga ke data transaksi awalnya.
2. CO-Controlling
Fungsi dari modul CO adalah untuk     mendukung empat kegiatan operasional:
  • Pengendalian capital investment
  • Pengendalian aktivitas keuangan perusahaan, memonitor dan merencanakan pembayaran
  • Pengendalian pendanaan terhadap pembelian, pengadaan dan penggunaan dana di setiap area
  • Pengendalian biaya dan profit berdasarkan semua aktivitas perusahaan
3. IM – Investment Management
Fungsi dari modul IM ini saling melengkapi dengan fungsi yang dijalankan oleh modul TR, namun modul IM lebih spesifik ditujukan untuk menganalisis kebijakan investasi jangka panjang dan fixed assets dari perusahaan dan membantu manajemen dalam membuat keputusan.
4. EC – Enterprise Controlling
Tujuan dari modul EC adalah untuk memberikan akses bagi Enterprise Controller mengenai hal-hal berikut :
  • Kondisi keuangan perusahaan
  • Hasil dari perencanaan dan pengendalian perusahaan
  • Investasi
  • Maintenance dari aset perusahaan
  • Akuisisi dan pengembangan SDM perusahaan
  • Kondisi pasar yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, seperti   ukuran pasar, market share, competitor performance
  • Faktor-faktor struktural dari proses bisnis, seperti struktur produksi, struktur biaya, neraca dan laporan rugi laba
5. TR – Treasury
Modul TR berfungsi untuk mengintegrasikan antara cash management dan cash forecasting dengan aktivitas logistik dan transaksi keuangan.
B. Distribution dan Manufacturing
1. LE – Logistics Execution
Modul LO juga merupakan modul yang terintegrasi dengan modul yang lainnya, yaitu modul PP, EC, SD, MM, PM dan QM. Pada intinya, modul ini fokus pada pengaturan logistik dari masa purchasing hingga distribusi. Dari purchase requisition, good receipt hingga delivery.
2. SD – Sales Distribution
Desain dari modul SD ditekankan kepada penggunaan strategi penjualan yang sensitif terhadap perubahan yang terjadi di pasar. Prioritas utama dari penggunaan modul ini adalah untuk membuat struktur data yang mampu merekam, menganalisis, dan mengontrol aktivitas untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan dan menghasilkan profit yang layak dalam periode akuntansi yang akan datang.
3. MM – Materials Management
Fungsi utama dari modul MM adalah untuk membantu manajemen dalam aktivitas sehari-hari dalam tipe bisnis apapun yang memerlukan konsumsi material, termasuk energi dan servis.
4. PP – Production Planning
Modul PP ini berfungsi dalam merencanakan dan mengendalikan jalannya material sampai kepada proses pengiriman produk.
5. PM – Plant Maintenance
Modul PM berfungsi untuk mendukung dan mengontrol pemeliharaan peralatan dan bangunan secara efektif, mengatur data perawatan, dan mengintegrasikan data komponen peralatan dengan aktivitas operasional yang sedang berjalan.
6. QM – Quality Management
Modul QM terintegrasi dengan modul PP-PI Production. Salah satu fungsi dari modul QM adalah untuk menyediakan master data yang dibutuhkan berdasarkan rekomendasi dari ISO-9000 series.
7. PS – Project System
Modul PS dikonsentrasikan untuk mendukung kegiatan-kegiatan berikut ini:
  • Perencanaan terhadap waktu dan nilai
  • Perencanaan detail dengan menggunakan perencanaan cost element atau unit cost dan menetapkan
  • waktu kritis, pendeskripsian aktivitas dan penjadwalan
  • Koordinasi dari sumber daya melalui otomasi permintaan material, manajemen dan kapasitas material, serta sumber daya manusia
  • Monitoring terhadap material, kapasitas dan dana selama proyek berjalan
  • Penutupan proyek dengan analisis hasil dan perbaikan
C. Human Resources
Berfungsi untuk:
  1. Memudahkan melaksanakan manajemen yang efektif dan tepat waktu terhadap gaji, benefit dan biaya yang berkaitan dengan SDM perusahaan
  2. Melindungi data personalia dari pihak luar
  3. Membangun sistem rekruitmen dan pembangunan SDM yang efisien melalui manajemen karir
______________________________________________
8. Apakah perbedaan dari ERP, CRM dan SCM. Jelaskan!
SCM adalah konsep atau mekanisme untuk m e n i n g k a t k a n  produktivitas total perusahaan dalam rantai suplai melalui  optimalisasi waktu, lokasi dan aliran kuantitas bahan.
CRM adalah sebuah strategi bisnis menyeluruh dari suatu  perusahaan yang memungkinkan perusahaan tersebut secara  efektif bisa mengelola hubungan dengan para pelanggan
ERP adalah Seperangkat infrastruktur dan software yang tidak dapat dilepaskan dari aspek ‘best practices’, artiya mencerminkan cara terbaik dalam mengelola bisnis berdasarkan pengalaman para pelaku bisnis ata teori akademik.

sumber : https://peterdraw.wordpress.com/2011/11/09/sistem-informasi-enterprise/

#ERPT01A

#ERPT01A

- Introduction of My Self

Assalamualaikum Wr. Wb

Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah ERP. Semua postingan ini merupakan materi dari mata kuliah ERP (Enterprise Resouce Planning). Sebelum masuk ke dalam inti dari blog ini maka ijinkan saya untuk memperkenalkan diri Nama Ridho Iskananda. Saya lulusan DIII dari Politeknik ATMI Surakarta dan saat ini melanjutkan kuliah SI di Universitas Pancasila jurusan Teknik Industri dengan NIM 4414218108. Di Universitas Pancasila saya masuk ke dalam kelas karyawan pada tahun 2015 .Saya juga seorang karyawan yang bekerja di PT. Astra Honda Motor (AHM)








-Adakah ERP di terapkan di Perusahaan saya bekerja?
Pada dasarnya saya tidak mengetahui apapun tentang ERP system itu, apalagi yang diterapkan di tempat saya bekerja saya lebih tidak mengetahuinya. Tetapi menurut saya perusahan AHM telah menggunakan ERP contohnya memakai software SAP. Harapan saya dengan adanya mata kuliah ERP bisa menambah skill dan knowledge tentang ERP guna lebih bisa diaplikasikan di dunia kerja.
Demikian secuil penjelasan dari saya, kurang lebihnya mohon maaf




Hormat saya,


Ridho Iskananda